LAPORAN PRAKTIKUM ENZIM KATALASE
KELOMPOK 2
Nama :
-
Ajeng
Tri Astuti 0361 12 070
-
Anggi
Dia Kusnindah 0361 12 020
-
Hesti
Pratiwi 0361 12
037
-
Retno
Dwi Novitasari 0361 12 036
-
Siti
Fatimah 0361 12
046
Semester
4/A
I.
TUJUAN
PRAKTIKUM:
1. Mengamati
pengaruh temperature, dan pH pada aktivitas enzim katalase
II.
LANDASAN
TEORI
Enzim adalah senyawa protein yang dibentuk oleh sel tubuh
organism hidup dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badan mikro tepatnya
pada peroksisom. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida
(H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang
terbentuk pada proses metabolisme. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2ditemukan
oleh Louis Jacquea Thenard pada tahun 1818.Senyawa ini merupakan bahan kimia
organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam
tubuh.Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O)
dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Enzim katalase mempercepat
reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O)
dan oksigen (O2).Penguraian peroksida (H2O2)
ditandai dengan terbentuknya gelembung udara.
Bentuk reaksi kimianya adalah:
2H2O2
2H2O + O2
Enzim tertentu dapat bekerja secara
optimal pada kondisi tertentu pula. Beberapa faktor yang mempengaruhi
kerja enzim adalah sebagai berikut :
1. Suhu
Enzim
menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Protein akan
mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas) dan akan
mengalami denaturasi. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar
(±300C). Pada suhu di bawah 0oC aktivitas enzim
megalami penurunan.
2. Derajat keasaman (pH)
Enzim
menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat.
Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang
sedikit sempit (pH = ±7). Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH
menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.
3. Konsentrasi enzim, substrat, dan
kofaktor
Jika
pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat
berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Jika
pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga
batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika enzim memerlukan
suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju
reaksi.
4. Inhibitor enzim
Kerja
enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor
berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan
terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.
III.
ALAT
DAN BAHAN
![]() |
IV.
CARA
KERJA
1. Menyipkan
alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengambil
dua hati ayam yang dibersihkan dari lemaknya.
3. Memasukkan
hati ayam ke dalam mortar, kemudian menumbuk atau menggerus hati ayam dengan
menggunakan lumpang dan alu sampai halus.\
4. Mencampurkan
aquades sedikit demi sedikit sampai hati benar-benar halus.
5. Menyaring
ekstrak hati menggunakkan corong dan kassa yang diletakkan pada gelas kimia.
6. Ekstrak
hati yang telah disaring dibagi kedalam tiga tabung reaksi berukuran kecil
secara rata menggunakkan pipet tetes dan diberi label A, B, dan C.
7. Masing-masing
tabung reaksi yang telah di isii ekstrak hati di simpan dalam disentrifuge/centrifuge
untuk mendapatkan supernatant dalam waktu 10 menit.
8. Mengambil
supernatant yang telah terpisah dari masing-masing tabung reaksi secara
perlahan menggunakan pipet tetes dan diberi label A, B, dan C
9. Masing-masing
supernatant pada tiap-tiap tabung reaksi diberi perlakuan:
a. Tabung
reaksi A : Supernatan tidak
diberi perlakuan (netral)
b. Tabung
reaksi B : Supernatan + HCL
c. Tabung
reaksi C : Supernatan + NaOH
10. Mengukur
kadar pH pada masing-masing tabung reaksi
a. Tabung
reaksi A tidak diberi perlakuan
b. Tabung
reaksi B + HCL sampai pH mencapai 4
c. Tabung
reaksi C + NaOH sampai pH mencapai 9
-
CARA
KERJA Percobaan 1 (uji pengaruh temperatur)
1. Menyiapkan
alat dan bahan
2. Menyiapkan
tiga tabung reaksi dan di beri larutan H2O2 sebanyan 2cm
pada tiap-tiap tabung reaksi menggunakan pipet tetes dan diberi label A, B, dan
C.
3. Tiap
tabung reaksi diberi perlakuan yang berbeda-beda.
a. Meletakkan
tabung reaksi yang berlabel A di atas Es Batu selama 10 menit.
b. Meletakkan
tabung reaksi yang berlabel B pada rak tabung reaksi.
c. Meletakkan
tabung reaksi yang berlabel C di dalam air panas selama 10 menit.
4. Kemudian, ketiga tabung reaksi tersebut di
beri ekstrak hati sebanyak 3 tetes menggunakan pipet tetes.
5. Membakar
lidi menggunakan korek yang kemudian memasukkan bara apinya ke dalam tabung
reaksi.
6. Mengamati
kecepatan reaksi dan tinggi gelembung yang muncul.
-
CARA
KERJA Percobaan 2( uji pengaruh pH)
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang digunakan
2. Menyiapkan
tiga tabung reaksi yang telah diberi label Tabung A, B, dan C
3. Masing-masing
tabung diisi larutan H2O2 sebanyak 2cm
4. Setiap
tabung reaksi di tetesi ekstrak hati dengan ketentuan:
a. Tabung
reaksi A ditetesi dengan ekstrak hati yang asam ( dari tabung B)
b. Tabung
reaksi B ditetesi dengan ekstrak hati (dari tabung A)
c. Tabung
reaksi C ditetesi dengan ekstrak hati yang basa (dari tabung C)
5. Mengamati
kecepatan reaksi dan tinggi gelembung yang muncul
V.
HASIL
PENGAMATAN
|
NO
|
Jenis
Tabung
|
Bara
Api
|
Volume
Gelembung
|
Kecepatan
Reaksi
|
|
1.
|
Pengaruh temperature
|
|||
|
|
Tabung A
|
Tidak ada
|
Ada (sedang)
|
1 menit 9 detik
|
|
|
Tabung B
|
Tidak ada
|
Ada (banyak)
|
1 menit 6 detik
|
|
|
Tabung C
|
Tidak Ada
|
Ada (sedikit)
|
1 menit 3 detik
|
|
2.
|
Pengaruh Ph
|
|||
|
|
Tabung A
|
-
|
Tidak ada
|
Tidak ada reaksi
|
|
|
Tabung B
|
-
|
Ada (banyak)
|
Langsung bereaksi
|
|
|
Tabung C
|
-
|
Ada (sedikit)
|
Reaksi lambat
|
VI.
PEMBAHASAN
Saat larutan H2O2
diberi ekstrak hati muncul gelembung udara yang banyak gelembungnya.Hal ini
membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat didalam hati ayam mengubah H2O2
menjadi H2O (air) Hal itu membuktikan bahwa didalam hati ayam
mengandung enzim katalase yang berguna untuk menetralkan racun dimana hanya
dapat bekerja optimal pada pH netral. Tetapi saat bara api dimasukan kedalam
tabung, bara api langsung mati dikarenakan larutan H2O2yang
sudah tidak berfungsi sepenuhnya.
Pada percobaan kedua menggunakan
tambahan HCL agar keadaan hati menjadi asam dan dalam hasil pengamatan tidak terjadi
reaksi dan tidak menghasilkan gelembung.Hal ini membuktikan bahwa keadaan yang
terlalu asam yaitu dengan ditambahkannya HCL enzim tidak dapat bekerja.
Kemudian pada percobaan ekstra hati
dengan H2O2 yang ditambahkan larutan NaOH.Penambahan NaOh
bertujuan agar membuat keadaan basa.Dalam hasil pengamatan terjadi reaksi yang
lambat dan hanya terbentuk sedikit gelembung.Hal ini membuktikan bahwa keadaan
yang terlalu basa juga dengan ditambahkannya NaOH menjadikan enzim tidak dapat
bekerja dengan optimal.
Pada percobaan uji temperatur panas
dengan ditambahkannya H2O2 dan yang terjadi gelembung muncul, hanya
sedikit sekali dan ketika bara api dimasukkan ke dalam tabung reaksi juga tidak
timbulnyala api. Hal ini disebabkan karena proteinnya telah rusak dan larutan H2O2zang
sudah tidak berfungsi sepenuhnya sehingga tidak dapat mengurai H2O2
menjadi H2O danO2, ini membuktikan bahwa enzim
katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.
Pada percobaan temperatur yang
dingin ditambahkan dengan H2O2 mendapatkan hasil gelembung yang sedang dan
nyala api tidak ada. Hal ini menunjukan bahwa enzim katalase tidak dapat
bekerja optimal pada temperatur yang dingin atau rendah.
Berbeda dengan percobaan yang di
simpan pada rak tabung reaksi dan ditambahkan H2O2 telihat sekali gelembung yang muncul banyak
tapi tidak timbul bara api. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase dapat
bekerja secara optimal pada temperatur yang netral atau pada suhu ruangan.
VII.
KESIMPULAN
Dari percobaan yang
telah kita lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kerja enzim
katalase diantaranya:
1. Suhu:
dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu/ temperatur
yang tinggi karena enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
2. Begitu
pula dengan faktor pH, enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
3. Enzim
katalase berperan menguraikan racun dari H2O2
akan menjadi H2O dan O2.
VIII.
BAHAN
DISKUSI
1. Apakah
fungsi katalase dalam sel?
2. Apakah
tujuan dimasukkan bara api pada gelembung?
3. Bagaimana
pengaruh temperatur pada pH pada aktivitas katalase?
4. Berapa
suhu dan pH optimum yang diperlukan oleh enzim katalase?
JAWAB:
1. Katalase
terdapat pada peroksisome. Katalase ini berfungsi sebagai enzim yang
menguraikan H2O2 (hydrogen peroksida) menjadi H2O
dan O2 yang bersifat racun
dan menetralkannya. Katalase ini terdapat di organ hati.
2. Untuk
mendeteksi adanya oksigen. Apabila di dalam gelembung terdapat oksigen maka
bara api akan menyala, begitu pun sebaliknya.
3. Temperatur
dan pH sangat mempengaruhi kerja enzim katalase. Karena jika suhu terlalu panas
maka enzim tidak dapat bekerja secara optimal begitu juga jika suhu terlalu
dingin. pH asam dan basa bisa mempengaruhi kerja enzim katalase.
4. Suhu
optimum yang diperlukan oleh enzim katalase adalah 23-25o, sedangkan
pH optimum yang diperlukan oleh enzim katalase adalah netral

Tidak ada komentar:
Posting Komentar