Minggu, 13 Juli 2014

LAPORAN PRAKTIKUM ENZIM KATALASE

LAPORAN PRAKTIKUM ENZIM KATALASE
KELOMPOK 2




Nama              :
-          Ajeng Tri Astuti                    0361 12 070
-          Anggi Dia Kusnindah           0361 12 020
-          Hesti Pratiwi                          0361 12 037
-          Retno Dwi Novitasari           0361 12 036
-          Siti Fatimah                           0361 12 046
Semester 4/A


















       I.            TUJUAN PRAKTIKUM:
1.      Mengamati pengaruh temperature, dan pH pada aktivitas enzim katalase

    II.            LANDASAN TEORI
            Enzim adalah senyawa protein yang dibentuk oleh sel tubuh organism hidup dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badan mikro tepatnya pada peroksisom. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses metabolisme. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahun 1818.Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh.Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).Penguraian peroksida (H2O2) ditandai dengan terbentuknya gelembung udara.
Bentuk reaksi kimianya adalah:
            2H2O2          2H2O + O2
                Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula.  Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut :
1.      Suhu
Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah.  Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas) dan akan mengalami denaturasi. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±300C). Pada suhu di bawah 0oC  aktivitas enzim megalami penurunan.

2.      Derajat keasaman (pH)
Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat.  Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7).  Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

3.      Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor
Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada.  Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada.  Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi.

4.      Inhibitor enzim
Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu.  Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.


 III.            ALAT DAN BAHAN


 















 IV.            CARA KERJA
1.      Menyipkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Mengambil dua hati ayam yang dibersihkan dari lemaknya.
3.      Memasukkan hati ayam ke dalam mortar, kemudian menumbuk atau menggerus hati ayam dengan menggunakan lumpang dan alu sampai halus.\
4.      Mencampurkan aquades sedikit demi sedikit sampai hati benar-benar halus.
5.      Menyaring ekstrak hati menggunakkan corong dan kassa yang diletakkan pada gelas kimia.
6.      Ekstrak hati yang telah disaring dibagi kedalam tiga tabung reaksi berukuran kecil secara rata menggunakkan pipet tetes dan diberi label A, B, dan C.
7.      Masing-masing tabung reaksi yang telah di isii ekstrak hati di simpan dalam disentrifuge/centrifuge untuk mendapatkan supernatant dalam waktu 10 menit.
8.      Mengambil supernatant yang telah terpisah dari masing-masing tabung reaksi secara perlahan menggunakan pipet tetes dan diberi label A, B, dan C
9.      Masing-masing supernatant pada tiap-tiap tabung reaksi diberi perlakuan:
a.       Tabung reaksi A          : Supernatan tidak diberi perlakuan (netral)
b.      Tabung reaksi B          : Supernatan + HCL
c.       Tabung reaksi C          : Supernatan + NaOH
10.  Mengukur kadar pH pada masing-masing tabung reaksi
a.       Tabung reaksi A tidak diberi perlakuan
b.      Tabung reaksi B + HCL sampai pH mencapai 4
c.       Tabung reaksi C + NaOH sampai pH mencapai 9

-          CARA KERJA Percobaan 1 (uji pengaruh temperatur)
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Menyiapkan tiga tabung reaksi dan di beri larutan H2O2 sebanyan 2cm pada tiap-tiap tabung reaksi menggunakan pipet tetes dan diberi label A, B, dan C.
3.      Tiap tabung reaksi diberi perlakuan yang berbeda-beda.
a.       Meletakkan tabung reaksi yang berlabel A di atas Es Batu selama 10 menit.
b.      Meletakkan tabung reaksi yang berlabel B pada rak tabung reaksi.
c.       Meletakkan tabung reaksi yang berlabel C di dalam air panas selama 10 menit.
4.        Kemudian, ketiga tabung reaksi tersebut di beri ekstrak hati sebanyak 3 tetes menggunakan pipet tetes.
5.      Membakar lidi menggunakan korek yang kemudian memasukkan bara apinya ke dalam tabung reaksi.
6.      Mengamati kecepatan reaksi dan tinggi gelembung yang muncul.

-          CARA KERJA Percobaan 2( uji pengaruh pH)
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
2.      Menyiapkan tiga tabung reaksi yang telah diberi label Tabung A, B, dan C
3.      Masing-masing tabung diisi larutan H2O2 sebanyak 2cm
4.      Setiap tabung reaksi di tetesi ekstrak hati dengan ketentuan:
a.       Tabung reaksi A ditetesi dengan ekstrak hati yang asam ( dari tabung  B)
b.      Tabung reaksi B ditetesi dengan ekstrak hati (dari tabung A)
c.       Tabung reaksi C ditetesi dengan ekstrak hati yang basa (dari tabung C)
5.      Mengamati kecepatan reaksi dan tinggi gelembung yang muncul




    V.            HASIL PENGAMATAN
NO
Jenis Tabung
Bara Api
Volume Gelembung
Kecepatan Reaksi
1.
Pengaruh temperature

Tabung A
Tidak ada
Ada (sedang)
1 menit 9 detik

Tabung B
Tidak ada
Ada (banyak)
1 menit 6 detik

Tabung C
Tidak Ada
Ada (sedikit)
1 menit 3 detik
2.
Pengaruh Ph

Tabung A
-
Tidak ada
Tidak ada reaksi

Tabung B
-
Ada (banyak)
Langsung bereaksi

Tabung C
-
Ada (sedikit)
Reaksi lambat

 VI.            PEMBAHASAN
            Saat larutan H2O2 diberi ekstrak hati muncul gelembung udara yang banyak gelembungnya.Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat didalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air) Hal itu membuktikan bahwa didalam hati ayam mengandung enzim katalase yang berguna untuk menetralkan racun dimana hanya dapat bekerja optimal pada pH netral. Tetapi saat bara api dimasukan kedalam tabung, bara api langsung mati dikarenakan larutan H2O2yang sudah tidak berfungsi sepenuhnya.
            Pada percobaan kedua menggunakan tambahan HCL agar keadaan hati menjadi asam dan dalam hasil pengamatan tidak terjadi reaksi dan tidak menghasilkan gelembung.Hal ini membuktikan bahwa keadaan yang terlalu asam yaitu dengan ditambahkannya HCL enzim tidak dapat bekerja.
            Kemudian pada percobaan ekstra hati dengan H2O2 yang ditambahkan larutan NaOH.Penambahan NaOh bertujuan agar membuat keadaan basa.Dalam hasil pengamatan terjadi reaksi yang lambat dan hanya terbentuk sedikit gelembung.Hal ini membuktikan bahwa keadaan yang terlalu basa juga dengan ditambahkannya NaOH menjadikan enzim tidak dapat bekerja dengan optimal.
            Pada percobaan uji temperatur panas dengan ditambahkannya H2O2  dan yang terjadi gelembung muncul, hanya sedikit sekali dan ketika bara api dimasukkan ke dalam tabung reaksi juga tidak timbulnyala api. Hal ini disebabkan karena proteinnya telah rusak dan larutan H2O2zang sudah tidak berfungsi sepenuhnya sehingga tidak dapat mengurai H2O2 menjadi H2O danO2, ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.
            Pada percobaan temperatur yang dingin ditambahkan dengan H2O2  mendapatkan hasil gelembung yang sedang dan nyala api tidak ada. Hal ini menunjukan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja optimal pada temperatur yang dingin atau rendah.
            Berbeda dengan percobaan yang di simpan pada rak tabung reaksi dan ditambahkan H2O2  telihat sekali gelembung yang muncul banyak tapi tidak timbul bara api. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase dapat bekerja secara optimal pada temperatur yang netral atau pada suhu ruangan.

VII.            KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah kita lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase diantaranya:
1.      Suhu: dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu/ temperatur yang tinggi karena enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
2.      Begitu pula dengan faktor pH, enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
3.      Enzim katalase berperan menguraikan racun dari H22 akan menjadi H2O dan O2.

VIII.            BAHAN DISKUSI
1.      Apakah fungsi katalase dalam sel?
2.      Apakah tujuan dimasukkan bara api pada gelembung?
3.      Bagaimana pengaruh temperatur pada pH pada aktivitas katalase?
4.      Berapa suhu dan pH optimum yang diperlukan oleh enzim katalase?
           
JAWAB:
1.      Katalase terdapat pada peroksisome. Katalase ini berfungsi sebagai enzim yang menguraikan H2O2 (hydrogen peroksida) menjadi H2O dan O2  yang bersifat racun dan menetralkannya. Katalase ini terdapat di organ hati.
2.      Untuk mendeteksi adanya oksigen. Apabila di dalam gelembung terdapat oksigen maka bara api akan menyala, begitu pun sebaliknya.
3.      Temperatur dan pH sangat mempengaruhi kerja enzim katalase. Karena jika suhu terlalu panas maka enzim tidak dapat bekerja secara optimal begitu juga jika suhu terlalu dingin. pH asam dan basa bisa mempengaruhi kerja enzim katalase.
4.      Suhu optimum yang diperlukan oleh enzim katalase adalah 23-25o, sedangkan pH optimum yang diperlukan oleh enzim katalase adalah netral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar